Membaca Aroma Karsa - hal. 256

Sejauh ini menarik. Aku tahu Dee itu brilian. Namun, eksplorasinya di Aroma Karsa sungguh edan dibanding novel-novel sebelumnya. Rasionalitas dibangun apik dan rapi. Twist kecil mulai dimunculkan. Aku rasa film Perfume itu jadi tidak ada apa-apanya.

Juga, Eka Kurniawan sepertinya harus berguru pada Dee jika ingin menulis seks bertema fetish. Mencengankan sekali ketika membaca karakter Suma yang elegan itu bergairah dengan aroma bantal yang ditiduri Jati. Seketika, cerita menawarkan kesan liar yang singkat tapi powerfull. Ini menarik, ditambah lagi dengan kehadiran kejutan bahwa bau manusia mirip dengan bau samudra. Epic! Tabik!

Oleh Anugrah dalam Opini | 15 April 2018

Dari Melawan Arus dan Aku (Pernah) Punk, Kini Aroma Karsa

Dua buku bernafas Islami telah kubaca. Aku ingin tobat. Mungkin itu yah yang tersirat dari bacaanku itu. Mulai penasaran sama agama. Dari dulu sebenernya mah. Untungnya aku nemu dua buku itu, membahas Islam dengan rasa rock n' roll. Apalagi dulu aku juga suka punk-punk-an (sekarang malah kpop-kpop-an.. sialan). Alhamdulillah, membuatku bergulat dengan dingin shubuh - mencoba menjatuhkan wajah ke tempat terendah. Meninggalkan mahkota dunia. Terkadang dingin shubuh menang. Berkali-kali malah. Tenang.. kata kawanku, semua ada prosesnya.

Kini aku sedang menggasak Aroma Karsa. Dee memang selalu memberi kejutan walau ide tentang penciuman pernah kunikmati pada film Perfume: The Story of a Murderer. Bukunya tebal yang berarti aku harus menyisihkan tenaga ekstra. Seharusnya, jika aku rela menyisihkan waktu untuk baca Aroma Karsa yang tebal, maka semestinya aku bisa juga untuk menyisihkan baca Al-Quran. Sudahlah, Al-Quran memang buku super spesial.

Oleh Anugrah dalam Cerita | 09 April 2018

Ada?

Ada gak sih orang-orang kiri di era moderen ini yang pengaruhnya sebesar Elon Musk, Bill Gates, atau Steve Jobs. Ada gak sih? Duh, saya kira saya kurang berwawasan nih.

Atau apa emang kiri-kiran semacam Marxisme Leninisme dan isme-isme semacamnya itu memang benar-benar usang? dan dari dulu memang cuman menawarkan utopia belaka?

Oleh Anugrah dalam Opini | 11 March 2018

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10