Dari Melawan Arus dan Aku (Pernah) Punk, Kini Aroma Karsa

Dua buku bernafas Islami telah kubaca. Aku ingin tobat. Mungkin itu yah yang tersirat dari bacaanku itu. Mulai penasaran sama agama. Dari dulu sebenernya mah. Untungnya aku nemu dua buku itu, membahas Islam dengan rasa rock n' roll. Apalagi dulu aku juga suka punk-punk-an (sekarang malah kpop-kpop-an.. sialan). Alhamdulillah, membuatku bergulat dengan dingin shubuh - mencoba menjatuhkan wajah ke tempat terendah. Meninggalkan mahkota dunia. Terkadang dingin shubuh menang. Berkali-kali malah. Tenang.. kata kawanku, semua ada prosesnya.

Kini aku sedang menggasak Aroma Karsa. Dee memang selalu memberi kejutan walau ide tentang penciuman pernah kunikmati pada film Perfume: The Story of a Murderer. Bukunya tebal yang berarti aku harus menyisihkan tenaga ekstra. Seharusnya, jika aku rela menyisihkan waktu untuk baca Aroma Karsa yang tebal, maka semestinya aku bisa juga untuk menyisihkan baca Al-Quran. Sudahlah, Al-Quran memang buku super spesial.

Oleh Anugrah dalam Cerita | 09 April 2018

Tulis komentarmu...

Nama
E-mail
Website
Komentar