Susun

Ibuku seringkali ngomel, "Beresin kamarmu!" Itu berarti aku harus menyusun apa-apa yang ada di kamar pada tempat yang telah disepakati oleh universe dalam kehidupanku. Menjadi rapi memang sangat indah dipandang. Meninggalkan kesan nyaman. Toh alam ini pun rapi dengan segala kerumitannya. Tersadar ketika Dan Brown bercerita akan Golden Ratio dalam Da Vinci Code itu memang aduhai sekali Sang Pencipta dunia dalam menyusun rapi segala hal yang dibuatnya.

Maka, kini aku sepertinya harus merekonstruksi pikiranku bahwa manusia kreatif itu adalah mereka yang tidak tersusun. Damn fuck lah itu teori (atau gosip) yang bilang adalah mereka yang jenius itu acak-acakan seperti rambut dan kumis Einstein. Mungkin memang ada manusia-manusia yang kamarnya acak-acakan dan sukses. Mungkin. Tapi ketika aku pernah dengar Pak Ustad ceramah bahwa Allah suka yang indah berarti kerapihan adalah mutlak adanya. Karena sungguh aku tak menemukan keindahan dalam keacak-adutan. Ditambah lagi, karena aku sedikit ingin akademis, aku mencari referensi bacaan yang membuktikan bahwa kerapihan adalah salah satu modal menuju sukses. Kutemukan Rando Kim dalam Amor Fati bilang bahwa salah satu kunci sukses adalah: rapikan sepatumu.

Oleh Anugrah dalam Opini | 04 February 2018

Tulis komentarmu...

Nama
E-mail
Website
Komentar