Posisi

Posisi menentukan sudut pandang. Tentu saja. Hanya skeptis yang tidak setuju dengan itu. Masalahnya ada pada bagaimana menyikapi pandangan itu. Sudut yang telah diambil oleh keputusan-keputusan dalam hidup.

Sudah semestinya bersikap bijak ketika berhadapan dengan sudut pandang. Bijak yang bertumpu pada nilai-nilai yang telah disepakati. Kalaupun tidak mau mengikuti nilai-nilai itu, tinggal terima konsekuensinya. Cukup mudah. Karena, sejatinya, nilai atau norma yang ada itu tidak mengikat. Beda halnya dengan hukum yang berlaku di suatu tempat. Bersifat mengikat, memang, namun lagi-lagi itu adalah pilihan. Mau pasrah diikat atau berontak untuk lepas dari ikatan itu. Lagi-lagi, siaplah untuk terima konsekuensinya. Mudah. Beropini memang mudah.

Aku pernah melihat dari atas, pernah juga dari bawah. Mengintimidasi dan terintimidasi. Jumawa dan dengki. Berandai-andai pun pernah. Bagaimana kalau aku ada di posisi itu? Bagaimana kalau di posisi ini? Aku pernah begini jika di posisi ini. Begitu di posisi itu. Lumrah.

Aku berkesimpulan untuk mencoba menikmati saja sudut pandang yang sedang dipakai, karena itu lebih baik daripada tak bisa melihat dari manapun. Lebih baik. Sungguh.

Oleh Anugrah dalam Opini | 13 January 2018

Tulis komentarmu...

Nama
E-mail
Website
Komentar