satu menit

Aku hanya butuh satu menit untuk menyelesaikan semuanya. Satu menit setiap harinya. Satu menit saja. Ayolah. Aku butuh satu menit. Banyak teori yang kubaca. Banyak pula yang sudah kuimplementasikan. Cuma ini saja untuk terakhir kali aku mencoba. Teori yang ini. Yang cuma satu menit. Satu menit.

Satu!

Satu pasti jauh lebih sedikit dari seribu empat ratus empat puluh. Maka, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Oleh Anugrah dalam Cerita | 10 January 2018

Tulis komentarmu...

Nama
E-mail
Website
Komentar