17 April 2019 • 2 min read • Cerita

Aku sangat menikmati pembuatan website ini. Memang dasarnya aku adalah seorang narsistik. Seharusnya aku jadi rapper dengan segala braggadocio-nya. Sayang, aku selalu demam panggung. Tapi ke-aku-an diriku sungguh besar. Ego.


Aku tak pernah ragu menulis baris-baris kode untuk website personal ini. Tapi selalu ada pertanyaan ketika kuputuskan selesai. Ketika esensi dari seorang programmer adalah menyelesaikan masalah yang ada di muka bumi ini, aku malah seringkali tidak memecahkan masalah apapun. Mungkin aku terlalu banyak bergumul dengan diriku sendiri. Dunia di luar sana terlalu dingin.


Atau, mungkin terlalu banyak masalah yang ada dalam diriku sehingga aku memutuskan untuk memperbaiki diriku dulu sebelum memperbaiki yang lain. Jika aku adalah alat, maka aku ini rusak. Belum bisa digunakan dengan baik. Maka, aku banyak menulis kode untuk diriku sendiri.


Dunia luar, tentu aku berinteraksi dengannya. Aku belum mau disebut hantu. Aku masih manusia yang membutuhkan manusia lainnya. Maka aku berusaha membuat sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaanku saat ini. Aku mencoba menawarkan sesuatu pada dunia dengan segala bumbu utopia yang keterlaluan.


Maka, aku belajar Git. Sebuah langkah pertama kulakukan. Aku berkontribusi pada dunia koding-kodingan ini. Semudah itu. Semudah terhubung dengan Github. Mudah saja. Dunia internet nan maya yang memang terlalu maya untuk diriku.


Tapi tetap saja, aku melakukan semuanya itu untuk diriku. Aku kembali kepada aku. Aku memang egois. Percayalah.


Harusnya aku lebih berfilosofi tentang kode-kode yang kutulis setiap hari. Aku tidak yakin apakah aku bisa. Membaca Nietzsche atau Sartre atau malah Kafka saja aku kebingungan minta ampun. Ya, mungkin aku harus memulai untuk membaca diriku sendiri degan lebih khusyuk.


Aku selalu tertarik pada aku. Maka aku berbicara aku di podcast. Aku menulis aku di blog. Aku memprogram aku. Kulakukan berulang-ulang, berkala. Loop. Berputar. Transendental.


Aku tahu aku berputar. Dan kupastikan putaranku makin sempurna, dengan sudut tak hingga.