06 August 2018 • 2 min read • Cerita

"Art is never finished, only abandoned" - Leonardo da Vinci


Aku berniat meyudahi pengembangan website ini sampai pada tingkat: bisa paginasi, dan artikel bisa dikomentari orang. Niat awalnya sih begitu. Aku menuliskan niatan itu di blog wordpressku. Tak lama setelah tulisannya ku pos, dosenku mengomentari. Begini kira-kira komentarnya: Adakah sesuatu yang akan selesai? (Sebenernya komentarnya masih panjang tapi aku lupa, lagipula pos yang itu sudah kuhapus).


Aku mengacuhkan komentar dosenku itu, toh itu niatanku, rencanaku. Karena pada awal-awal pembuatan website ini aku sungguh-sungguh belajar pemograman hingga bikin aku puyeng. Maka, kukira sampai sistem paginasi dan komentar rampung akan kuikrarkan bahwa website ini telah selesai.


Ternyata eh ternyata. Setelah niatanku terlaksana, ternyata aku belum puas. Banyak ide-ide yang tiba-tiba loncat ketika ngoding dan membangun website ini. Sistem paginasinya kurang asoy lah, pingin ada komentar bertingkat lah, pengen responsive lah, pengen ada sistem pencarian lah, wah banyaaaaak.


Dosenku itu memang benar bahwa tidak ada yang selesai di dunia ini. Semuanya berkembang. Project webku pun berkembang tanpa paksaan apapun, hanya hasrat dalam diri ingin mengembangkannya.


Mungkin itu juga ya yang bikin teknologi terus maju. Selalu ada ide dan rasa penasaran yang ingin dieksekusi. Selalu ada hal-hal baru yang menggoda untuk dijelajahi.